Kilas Pendidikan Edisi 21: Menyiapkan Anak Bersekolah Secara Holistik

Kesiapan bersekolah (school readiness) merupakan salah satu tujuan dalam penyelenggaraan pendidikan untuk anak usia dini 5-6 tahun (selanjutnya dinyatakan sebagai PAUD 5-6) yang diharapkan dapat menjadi landasan dalam membangun kesiapan anak belajar di sekolah dasar. Kesiapan bersekolah ini sudah diatur dalam Permendikbud Nomor 146 Tahun 2014 dan menjadi sangat penting diperhatikan karena membawa dampak yang panjang (UNICEF, 2019; OECD, 2017; Heckman, 2013), baik untuk membangun kemampuan kognitif maupun non-kognitif (misalnya sosial-emosional, kemampuan belajar sepanjang hayat, dan sebagainya yang dikenal dengan sebutan soft skills). Banyak negara menggunakan indikator kesiapan bersekolah untuk menilai manfaat PAUD (OECD, 2017; UNICEF, 2012). Target 4.2 dari Sustainable Development Goals (SDGs) juga menekankan pentingnya kesiapan transisi ke SD ini dengan indikator angka partisipasi dalam program belajar yang terorganisir (satu tahun sebelum usia masuk SD yang resmi) sebagai masa untuk anak menyiapkan diri memasuki pendidikan formal.

Kajian selengkapnya dapat diunduh disini:

Kilas Pendidikan Edisi 19: Persiapan Menghadapi Tantangan Abad 21 Sedini mungkin melalui PAUD yang Berkualitas

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ditujukan secara eksplisit oleh Undang Undang. Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Dalam pasal 1, butir 14 sebagai “suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut”. Dalam melakukan upaya pembinaan tersebut, dibutuhkan sejumlah intervensi kebijakan PAUD. Intervensi ini diusulkan berdasarkan pengamatan PSPK terhadap kebijakan dan implementasinya. Dalam Kilas Pendidikan kali ini, dipaparkan sejumlah rekomendasi kebijakan terkait PAUD.

Kajian selengkapnya dapat diunduh disini:

 

Kilas Pendidikan Edisi 15: Menghadapi Disparitas Akses Pendidikan Anak Usia Dini yang Bermutu

Salah satu target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 2030 melalui Deklarasi Incheon yang dilaksanakan pada 21 Mei 2015 dalam World Education Forum (WEF) tertuang dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 4.2 berbunyi:

By 2030, ensure that all girls and boys have access to quality early childhood development, care and pre-primary education so that they are ready for primary education. The provision of at least one year of free and compulsory pre-primary education of good quality should also be encouraged.

Indonesia sendiri dari tahun ke tahun mengalami peningkatan partisipasi dari 27% pada tahun 2013 hingga 74% pada tahun 20175, peningkatan angka partisipasi ini memang terus didorong pemerintah Indonesia, hingga pada tahun 2019 sebagai mana tertuang dalam RPJMN partisipasi anak dalam mengikuti pendidikan usia dini ini ditargetkan mencapai angka 77,23%. Hal yang menjadi perhatian adalah masih tingginya kesenjangan antar daerah terutama daerah 3T, sebagai contoh APK PAUD di DIY Yogyakarta sebesar 98, 32% sementara di Papua hanya 50,96%.

Tulisan ini akan memaparkan sejumlah perspektif terkait pendidikan anak usia dini berdasarkan hasil temuan sejumlah studi, kondisi saat ini, hambatan yang terjadi, serta benchmark dari beberapa negara lainnya.

 

Kilas Pendidikan Edisi 15 selengkapnya dapat diunduh disini