Training for Trainer (TfT) Penggunaan Instrumen PEMANTIK

Pengenalan prinsip-prinsip dasar pengukuran literasi dan numerasi dasar, dalam hal ini melalui penggunaan instrumen PEMANTIK

Jakarta (2018), Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan (PSPK) mengadakan Training for Trainer (TfT) penggunaan instrumen PEMANTIK (Pengukuran Mandiri Numerasi dan Literasi PSPK) kepada empat perwakilan organisasi mitra kerja sama Program PEMANTIK pada 23-24 Agustus 2018. PEMANTIK merupakan instrumen pengukuran literasi dan numerasi dasar anak, berbasis komunitas dan masyarakat. PEMANTIK diadaptasi dari ASER math & reading tools, Pratham-India.

Empat organisasi yang menjadi mitra PSPK untuk Program PEMANTIK saat ini diantaranya Kampus Guru Cikal (KGC), Taman Bacaan Pelangi (TBP), Forum Lingkar Pena (FLP), dan Bantu Guru Belajar Lagi (BGBL). Keempat organisasi ini nantinya akan melakukan pengambilan data untuk mengetahui kondisi literasi dan numerasi dasar serta mengukur dampak intervensi yang dilakukan.

Hari pertama pelatihan dilakukan di dua tempat, yakni Co-Working Space Koléga Kemang dan RPTRA Seruni, Jati Padang. Pembukaan dilakukan di Co-Working Space Koléga Kemang  oleh salah satu pendiri PSPK, Bukik Setiawan. Kemudian, sambutan dari community associate Koléga Kemang, Muh, serta dilanjutkan pada sesi pertama pelatihan oleh peneliti PSPK, Chandra C. A. Putri. Sesi pertama ditujukan pada pemahaman terkait prinsip-prinsip pengukuran dalam PEMANTIK, yang dilakukan melalui pemaparan mengenai gambaran PEMANTIK secara umum, pentingnya literasi, beberapa perspektif mengenai literasi, serta tata cara pengadministrasian tes. Sesi kedua pelatihan dilanjutkan di RPTRA Seruni. Pada sesi kedua ini seluruh peserta melakukan administrasi tes secara langsung kepada anak-anak partisipan RPTRA Seruni.

Pelatihan kepada calon asesor secara one-on-one oleh peserta pelatihan

Sesi kedua dilanjutkan esok harinya, tanggal 24 Agustus 2018, di RPTRA Seruni. Agenda pada sesi ini adalah pemaparan mengenai metode sampling serta pelatihan penggunaan PEMANTIK yang dilakukan peserta kepada volunteer RPTRA Seruni yang berperan sebagai calon asesor. Paparan mengenai metode sampling serta desain penelitian dalam penggunaan PEMANTIK dilakukan oleh salah satu peneliti PSPK, Nisa Felicia, Ph.D. Sementara dalam pelatihan calon asesor, pendekatan yang dilakukan peserta dalam melatih para calon asesor untuk mengadministrasikan tes ini dilakukan secara one-on-one. Kemudian, mereka melakukan administrasi tes secara langsung kepada anak-anak yang menjadi partisipan RPTRA, sementara para peserta pelatihan melakukan pengamatan melalui lembar observasi untuk melihat performa asesor yang telah dilatihnya sehingga menghasilkan beberapa temuan berdasarkan evaluasi. Diantaranya, pentingnya kecakapan calon asesor dalam hal literasi dan numerasi dasar sehingga calon asesor idealnya mampu menguasai semua subtes PEMANTIK, serta pentingnya memastikan asesor agar bisa mengontrol respons serta tidak mengarahkan anak pada jawaban subtes. Sesi diakhiri dengan diskusi oleh seluruh peserta mengenai rencana lanjutan setiap organisasi setelah pelatihan.