Kilas Pendidikan Edisi 18: Menumbuhkan Literasi dan Numerasi Bermakna di Kota Batu

Dalam Kilas Pendidikan edisi 18 dipaparkan hasil studi mengenai gambaran literasi dan numerasi di Kota Batu. Dengan menggunakan instrumen PEMANTIK (Pengukuran Mandiri Numerasi dan Literasi PSPK), studi dilakukan Kolaborasi Literasi Bermakna (KLB) sebagai salah satu mitra INOVASI di Jawa Timur.  INOVASI (Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia) merupakan program kemitraan pendidikan antara Pemerintah Indonesia dan Australia yang bertujuan untuk menemukan dan memahami cara-cara untuk meningkatkan hasil pembelajaran siswa jenjang pendidikan dasar–khususnya yang berkaitan dengan kemampuan literasi, numerasi, dan pendidikan inklusi. Bekerja dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, INOVASI menjalin kemitraan dengan 17 Kota yang tersebar di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Utara, dan Jawa Timur. Program pendidikan ini berjalan sejak tahun 2016 hingga tahun 2019 dan dikelola oleh Palladium atas nama Departemen Luar Negeri dan Perdagangan (DFAT) Australia. INOVASI memulai program kerjasama dengan sejumlah organisasi pendidikan di Indonesia sejak bulan Juli 2018 untuk mendukung tujuan program dalam meningkatkan hasil pembelajaran siswa sekolah dasar.

Hasil studi menunjukkan bahwa dalam aspek literasi, sebagian besar siswa kelas 1-3 di Kota Batu telah mencapai kemampuan memahami dasar, meskipun demikian capaian tertinggi didominasi oleh kelas dua, hal ini mengidentifikasikan peningkatan capaian yang cenderung stagnan di kelas tiga. Sementara itu, dalam aspek numerasi sebagian besar siswa menunjukkan kemampuan pengurangan. Jika merujuk pada kurikulum pendidikan Indonesia, terutama pada jenjang kelas 3 sekolah dasar capaian ini tergolong cukup rendah. Terdapat sejumlah aspek yang secara signifikan berkontribusi dalam perbedaan capaian, selengkapnya dapat diunduh melalui Kilas Pendidikan berikut.