Kilas Pendidikan Edisi 16: Kajian Wellbeing dalam Perencanaan Kebijakan Pendidikan

Memasuki abad 21, Indonesia tidak terhindarkan memasuki agenda Tujuan Pembangunan Milenium (Milenium Development Goals), Masyarakat Ekonomi ASEAN, termasuk agenda pendidikan nasional.

Dalam skala global, dunia pendidikan tidak terhindarkan untuk mempersiapkan diri menghadapi dunia abad 21, yang ditandai oleh 6 (enam) kecenderungan penting, yaitu (a) berlangsungnya revolusi digital yang semakin mengubah sendi-sendi kehidupan, kebudayaan, peradaban, dan pendidikan, (b) terjadinya integrasi di berbagai belahan dunia yang semakin intensif akibat internasionalisasi, globalisasi, teknologi komunikasi, dan teknologi transportasi, (c) berlangsungnya pendataran dunia (the world is flat) sebagai akibat teknologi komunikasi merubah dimensi-dimensi kehidupan manusia (d) cepatnya perubahan dunia yang tampak berlari, sehingga ruang dan waktu terasa menyempit dan ringkas, (e) tumbuhnya masyarakat dengan ciri padat pengetahuan (knowledge society), masyarakat informasi (information society), dan masyarakat jaringan (network society), (f) tumbuhnya fenomena masyarakat kreatif yang menempatkan kreativitas dan inovasi sebagai modal penting untuk individu, perusahaan, dan masyarakat.

Dalam konteks pembelajaran di ruang kelas, sejumlah aspek yang mendukung penting dimiliki siswa yang dapat menumbuhkannya menjadi individu yang siap menghadapi tantang global di masa yang akan datang, salah satunya wellbeing atau kesejahteraan diri siswa.

Tulisan ini akan memaparkan sejumlah perspektif terkait wellbeing dalam perencanaan kebijakan pendidikan Indonesia, melalui Kilas Pendidikan Edisi 16 Kajian Wellbeing dalam Perencanaan Kebijakan Pendidikan.

 

Kilas Pendidikan Edisi 16 selengkapnya dapat diunduh disini