Kilas Pendidikan Edisi 14: Setelah Membaca, So What?

Dalam edisi Kilas PSPK kali ini, kami menghadirkan tiga tulisan yang mengupas lebih dalam tentang semarak literasi di negara kita. Itje Chodidjah dalam tulisannya, “Peningkatan Literasi Anak, Cukupkah dengan Gerakan Literasi Sekolah (GLS),” menjabarkan tentang berbagai definisi literasi serta semarak GLS di berbagai daerah. Apakah GLS merupakan kegiatan subtantif dalam peningkatan literasi, kegiatan yang bersifat seremonial belaka, atau ia merupakan langkah awal yang masih perlu dilanjutkan dalam gerakan peningkatan literasi?

Tati Duriyah Wardi dalam tulisannya, “Menelusuri Jejak Literasi, Hingga Literasi Digital,” melangkah lebih jauh dengan membahas berbagai jenis literasi, termasuk jenis literasi “baru”, yaitu literasi digital yang menjadi semakin relevan untuk dibahas. Ia juga menjabarkan tentang kontinum meningkatnya pemahaman literasi dikaitkan dengan fase perkembangan seorang anak. Memahami kontium literasi ini akan membantu kita melihat tahapan perkembangan literasi anak serta kapan dan bagaimana sebuah pendekatan atau jenis keterampilan dikenalkan pada mereka.

Terakhir, Chandra Putri dalam tulisannya, “Memaknai Literasi dari Berbagai Perspektif,” mengenalkan sebuah alat ukur mandiri numerasi dan literasi yang disebut Pemantik. Sebuah alat ukur, bila dipahami tujuan, batasan dan lingkupnya, akan membantu para pendidik, pegiat literasi, serta pengambil kebijakan, dalam memetakan kondisi dan dalam merancang serta melaksanakan program peningkatan literasi sesuai dengan kebutuhan unik siswa, sekolah dan daerah.

Kilas Pendidikan Edisi 13 selengkapnya dapat diunduh disini